KP4S Gelar Aksi Solidaritas di Pelabuhan Poto Tano, Desak Pemerintah Segera Buka Moratorium Pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa

REDAKSI NTB

- Redaksi

Jumat, 9 Mei 2025 - 11:09 WIB

50884 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Besar|NTB, (15 Mei 2025),— Komite Percepatan Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (KP4S) akan menggelar aksi solidaritas perdananya di Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, pada Kamis (15/5). Aksi ini menjadi titik awal gerakan desakan kepada pemerintah pusat agar segera membuka moratorium pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB), khususnya Provinsi Pulau Sumbawa.

Aksi yang berlangsung damai ini merupakan bagian dari rangkaian perjuangan KP4S untuk mempercepat realisasi pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa, sebuah cita-cita lama masyarakat di wilayah ini yang dinilai telah memenuhi berbagai aspek kelayakan administratif, geografis, maupun sosial budaya.

Baca Juga :  Kebersamaan di Polda NTB, Ratusan Personel dan Ojol Shalat Ghaib untuk Affan Kurniawan

“Kami memulai dari Poto Tano sebagai simbol gerbang Pulau Sumbawa, untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang sudah terlalu lama menunggu kejelasan. Kami mendesak pemerintah pusat segera mencabut moratorium pemekaran dan memberikan kepastian terhadap DOB Provinsi Pulau Sumbawa,” tegas Muhammad Taufan salah satu orator panglima KP4S, jum’at (9/5/2025).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Muhammad taufan menegaskan bahwa aksi ini bukanlah yang terakhir. Mereka berkomitmen untuk terus bergerak dan bersuara hingga ada kepastian sikap dari pemerintah pusat. Bahkan, KP4S membuka kemungkinan akan melakukan aksi yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak ditanggapi dengan serius.

Baca Juga :  Warga Kalabeso Antusias Ikuti Penyuluhan Kesehatan Satgas TMMD ke-125

“Jika dalam waktu dekat belum ada tanggapan yang konkret, kami tidak segan untuk melakukan blokade atau penutupan akses ke seluruh perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah hukum Kabupaten Sumbawa,” ancam Taufan dalam pernyataan resminya.

Aksi ini mendapat perhatian luas dari masyarakat dan pengguna pelabuhan, mengingat Poto Tano merupakan jalur vital penghubung antara Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok. KP4S berharap suara mereka akan menjadi alarm penting bagi pemerintah agar segera merespons aspirasi pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa yang telah bergulir sejak lama. (Red)

Berita Terkait

Patroli Rutin Koramil 1607-02/Empang, Upaya Preventif Jaga Kondusivitas Wilayah
Anggota Kodim 1607/Sumbawa Turut Ambil Bagian dalam Kegiatan Donor Darah Hari Bakti Imigrasi ke-76
‎Koramil Tunjukkan Sinergi Kewilayahan pada Kirap Pataka
‎Humanis dan Preventif, Patroli Malam Koramil 1607-12/Moyo Hilir Sasar Remaja dan Pemukiman
Dandim 1607/Sumbawa Tegaskan Komitmen TNI AD dalam Pembangunan Infrastruktur Desa Gontar
Danramil 1607-04/Alas Hadiri Upacara Serah Terima Panji Lambang Kabupaten Sumbawa
‎Semarak HUT Kabupaten Sumbawa ke-67, Kodim 1607/Sumbawa Tunjukkan Kepedulian Sosial
‎Koramil 1607-09/Utan Pastikan Serah Terima Bendera Pataka Berjalan Aman dan Khidmat

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 07:24 WIB

Menhan Tekankan Peran Pers Hadapi Perang Psikologis di Era Digital

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:14 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB