Di Balik Penghargaan di Gayo Lues: Kisah Senyap Pemberantasan Kejahatan dan Penguatan Ekonomi

REDAKSI

- Redaksi

Senin, 18 Agustus 2025 - 18:45 WIB

50409 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues, 18 Agustus 2025 – Di balik kilau malam resepsi peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Bale Musara, Kabupaten Gayo Lues, tersimpan sebuah narasi tentang sinergi, keteguhan, dan dedikasi.

Penyerahan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) kepada jajaran Polres Gayo Lues bukan sekadar seremonial biasa.

Ia adalah pengakuan atas serangkaian operasi senyap yang telah membawa dampak signifikan, mulai dari pemberantasan narkotika hingga penguatan ekonomi lokal.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nama AKBP Hyrowo mencuat sebagai penerima penghargaan utama berkat keberhasilannya dalam pengungkapan ladang ganja seluas 25 hektare di wilayah pegunungan Gayo Lues, yang berujung pada penyitaan 501 kilogram ganja kering. Operasi ini bukan sekadar statistik, melainkan puncak dari kerja keras unit Satresnarkoba yang dipimpin IPTU Bambang Pelis.

Penyelidikan mendalam dan medan yang sangat berat selama berhari-hari menjadi tantangan yang berhasil ditaklukkan. Keberhasilan ini tidak hanya merusak rantai pasok narkotika di Aceh, tetapi juga mengirimkan pesan tegas kepada para pelaku.

Baca Juga :  Jalan Lintas Pining, Penarun Aceh Timur Lumpuh Total Akibat Longsor Dan Pihak UPTD 5 Sedang Dalam Perjalanan Menuju Titik Longsor.

Penghargaan juga menyoroti keberhasilan unit-unit khusus lainnya. Unit Tipidter yang diwakili oleh IPTU Muhammad Abidinsyah mendapat apresiasi atas keberanian mereka mengungkap perdagangan satwa dilindungi—sebuah kejahatan yang seringkali terorganisir dan melibatkan jaringan luas.

Kasus ini menunjukkan bahwa Polres Gayo Lues tidak hanya fokus pada kejahatan konvensional, tetapi juga kejahatan lingkungan.

Sementara itu, Unit PPA dan Buser, yang diwakili AIPDA Munawir dan Kanit Buser Idrus Fuad, mendapat pengakuan atas pengungkapan kasus pemerkosaan terhadap anak.

Penanganan kasus ini menuntut sensitivitas tinggi dan ketelitian, memastikan korban mendapatkan keadilan sekaligus perlindungan.

Narasi ini tidak lengkap tanpa melihat peran polisi di luar fungsi penegakan hukum. AIPTU Joko Ansari, yang dijuluki “Polisi Penggerak Ekonomi Rakyat,” mendapat penghargaan atas inisiatifnya membantu petani tembakau varietas unggul Gayo Lues.

Langkah ini menunjukkan bagaimana polisi bisa menjadi fasilitator pembangunan, membangun kepercayaan dengan masyarakat melalui aksi nyata yang berdampak pada kesejahteraan.

Baca Juga :  Masa Tenang Pilkada, Gus Kholil: Minta Kepada Semua Pihak Agar Menjaga Keamanan dan Ketertiban.

Demikian pula dengan Brigadir Muhammad Ali, yang diakui sebagai Bhabinkamtibmas Terbaik. Kedekatannya dengan masyarakat bukan sekadar basa-basi, tetapi fondasi dari sistem keamanan yang solid. Keamanan yang tercipta di tingkat akar rumput adalah hasil dari komunikasi, pemahaman, dan kepercayaan yang dibangun oleh personel seperti Brigadir Ali.

 

Seperti yang disampaikan Bupati Gayo Lues Suhaidi, SPd, MSi dalam sambutannya, keberhasilan pembangunan daerah tidak lepas dari stabilitas keamanan.

Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap capaian besar, ada dedikasi dan kerja keras personel yang tak kenal lelah, memastikan roda pemerintahan dan ekonomi dapat berjalan dengan lancar.

Sinergi antara Polres dan Pemkab bukan lagi sekadar slogan, melainkan sebuah realitas yang membawa Gayo Lues menuju masa depan yang lebih aman dan sejahtera. [MK]

Berita Terkait

Ketika Luka Alam Belum Mengering di Tanah Gayo Lues
Marak Penipuan Kartu Perdana Telkomsel di Facebook, Konsumen Gayo Lues Jadi Korban
Banjir Bandang Gayo Lues: Luka Alam yang Belum Sembuh, Kewaspadaan yang Tak Pernah Usai
Wakapolres Gayo Lues Pimpin Kegiatan Bhakti Sosial Di Desa Pining, Berikut Videonya
Wakapolres Gayo Lues Pimpin Pergantian Pasukan Bakti Sosial di Kampung
Lewat Program Polri Peduli, Sumur Bor Dibangun di Masjid Al Ikhlas Desa Rigeb
Jembatan Gantung Pepalan Putus Saat Hujan Deras, Dua Warga Dilaporkan Hanyut
Mendidik Dengan Hati: Pola Asuh Cerdas Era Digital Di Gayo Lues

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:07 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB