SWI Aceh Mengutuk Keras Penyerangan Terhadap Jurnalis dan Pengurus IWOI Di Aceh Besar

REDAKSI

- Redaksi

Minggu, 6 Juli 2025 - 11:29 WIB

50288 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Sekretariat Wilayah Dewan Pimpinan Wilayah Sekber Wartawan Indonesia (DPW SWI) Provinsi Aceh menyampaikan keprihatinan mendalam dan kecaman keras atas insiden penyerangan yang menimpa M. Dedi Yusuf, seorang jurnalis dari harian-ri.com sekaligus pengurus Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Aceh.

 

Peristiwa tragis ini terjadi di Gampong Cot Krueng pada hari Rabu, 2 Juli 2025, sekitar pukul 14.00 WIB.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Insiden kekerasan terhadap insan pers ini bukan hanya mencoreng martabat profesi wartawan, namun juga merupakan pelanggaran nyata terhadap kebebasan pers yang secara tegas dijamin oleh undang-undang.

 

 

 

Sekretaris Wilayah DPW SWI Aceh, Adhifatra Agussalim, pada Sabtu (5/7/2025) menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap jurnalis adalah bentuk intimidasi terhadap kerja jurnalistik yang merdeka dan independen.

Baca Juga :  Sekjen DPD REFDEM Aceh : Selamat Kepada MUALEM-DEK FADH Atas Kemenangan Dalam Pilkada Gubernur Aceh

“Kami mengecam keras tindakan penyerangan tersebut. Ini adalah bentuk pembungkaman terhadap pers yang tidak bisa ditoleransi. Pers bekerja untuk kepentingan publik, bukan untuk diintimidasi atau diserang secara fisik,” tegas Adhifatra dengan nada prihatin.

Oleh karena itu, DPW SWI Aceh mendesak pihak Kepolisian Daerah Aceh, khususnya Polres Aceh Besar, untuk segera mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan profesional. Penangkapan para pelaku diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa, serta tidak menimbulkan ketakutan dan preseden buruk terhadap kebebasan pers di Bumi Serambi Mekkah.

Lebih lanjut, Adhifatra menyerukan solidaritas seluruh komunitas wartawan lintas organisasi di Aceh untuk bersama-sama mengawal proses hukum. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga marwah dan keselamatan profesi wartawan.

Baca Juga :  Senator Fachrul Razi Ziarah dan Hadiri Haul ke-22 Almarhum Panglima GAM Tgk. Abdullah Syafi'i di Cubo

“Kami mengajak seluruh organisasi pers dan jurnalis untuk tidak tinggal diam. Saat satu jurnalis diserang, maka yang terluka adalah seluruh insan pers,” tambahnya, menyerukan persatuan.

Sebagai bentuk dukungan penuh, DPW SWI Aceh juga membuka komunikasi dan menawarkan bantuan kepada IWOI Aceh serta korban.

Mereka siap memastikan korban mendapatkan pendampingan hukum, medis, dan psikologis apabila diperlukan.

Sebagai bentuk solidaritas nyata, SWI Aceh berencana akan menggelar aksi damai dalam waktu dekat.

Aksi ini tidak hanya menjadi dukungan moral bagi korban, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya perlindungan terhadap kerja jurnalistik di tengah masyarakat yang demokratis. [DPW – SWI ACEH]

Berita Terkait

Disersi hingga Dugaan Jadi Tentara Bayaran, Bripda Muhammad Rio Dicopot dari Status Polisi
Direktur PT Media Harian Daerah, Bapak Kifran, S.H., Berpulang ke Rahmatullah
Nahkoda Baru Penanganan Sosial Aceh: Chaidir di Kursi Plt, Asa IPSM pada Kontinuitas
Dari Solo Ke Tanah Rencong: Menyambut Pimpinan PWI Dengan Peusijuk Menuntut Kebenaran Jurnalistik.
Selamat & Sukses
Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah Resmi Sandang Pangkat Irjen
Truk Tangki CPO Rusak Jalan Nasional, KPA Dorong Investasi Pelabuhan CPO untuk Solusi Jangka Panjang
Paskibraka Gayo Lues: Sebuah Langkah Taktis Menuju Cita-Cita

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:07 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB