Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzun Iman ST MSi saat memberikan sambutan didepan Para peserta Life Skill bertempat di Desa Sangir Kecamatan Dabun Gelang. (Doc.Poto Humas BNNK Gayo Lues)
Gayo Lues|Oposisi News 86 – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues menuntaskan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Life Skill pembuatan pupuk organik Bio Nuklir padat dan cair bagi masyarakat Kampung Sangir, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Jumat (16/10/2026).
Program yang berlangsung selama tiga hari, sejak Rabu hingga Jumat, 14–16 Oktober 2026, tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat di kawasan rawan tanaman terlarang melalui peningkatan keterampilan dan pengembangan peluang usaha produktif.
Kegiatan yang dipusatkan di Bale Desa Kampung Sangir BERSINAR itu diikuti 30 peserta yang terdiri atas pemuda dan pemudi setempat.
Melalui pelatihan tersebut, masyarakat dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam proses pembuatan pupuk organik Bio Nuklir berbentuk padat dan cair, mulai dari pengenalan bahan, pemahaman kandungan unsur hara, hingga pengemasan produk yang diharapkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha berkelanjutan.

Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzun Iman ST MSi saat memberikan arahan kepada para peserta Life Skill bertempat didesa Sangir Kecamatan Dabun Gelang.
Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman, S.T., M.Si., hadir bersama tim kerja pemberdayaan masyarakat serta unsur terkait lainnya. Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan 90/Yudha Giri Dhanu, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Desa Sangir, Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) Desa Sangir, serta para peserta pelatihan.
Dalam keterangannya, Fauzul Iman menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui program Life Skill merupakan salah satu pendekatan yang ditempuh BNNK Gayo Lues untuk memperkuat pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, khususnya melalui penyediaan keterampilan yang dapat membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.
Menurutnya, Kampung Sangir, Kecamatan Dabun Gelang, merupakan salah satu wilayah yang menjadi sasaran program pemberdayaan alternatif karena berkaitan dengan upaya pencegahan kultivasi atau penanaman tanaman ganja.
Oleh sebab itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada penyadaran masyarakat, tetapi juga perlu disertai pilihan kegiatan ekonomi yang produktif dan dapat dikembangkan sesuai potensi lokal.
“Prinsip kita lebih baik mencegah daripada mengobati. Sebelum masyarakat terlibat, kita sudah mengedukasi dan memberikan solusi bagaimana supaya masyarakat tidak lagi menanam ganja,” ujar Fauzul Iman dalam pesan yang disampaikan pada kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa perubahan pola ekonomi masyarakat membutuhkan dukungan yang nyata. Edukasi mengenai bahaya narkotika perlu berjalan seiring dengan upaya membuka kesempatan usaha, sehingga masyarakat memiliki alternatif mata pencaharian yang sah, produktif, dan berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, program Grand Design Alternative Development (GDAD) menjadi salah satu pendekatan pemberdayaan alternatif yang diarahkan untuk mendorong peralihan dari kultivasi ganja menuju komoditas pertanian yang legal dan bernilai ekonomi, termasuk kopi yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Kabupaten Gayo Lues.
Pelatihan pembuatan pupuk organik Bio Nuklir padat dan cair diharapkan dapat mendukung kebutuhan pertanian masyarakat, khususnya dalam pengembangan tanaman kopi.
Selain menambah pengetahuan teknis, keterampilan ini diharapkan menjadi modal awal bagi peserta untuk merintis usaha produksi pupuk, memperluas jaringan pemasaran, dan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian di tingkat kampung.
Fauzul Iman juga berharap kegiatan tersebut tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Ia mendorong para peserta untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh, mengembangkan kemampuan produksi secara bertahap, serta menjajaki peluang usaha bersama agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Menurutnya, keberhasilan pemberdayaan alternatif tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan atau jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari sejauh mana keterampilan tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pada hari terakhir pelatihan, pendamping sekaligus tutor, Ansarullah, memberikan arahan dan motivasi kepada peserta dalam menyelesaikan tahapan akhir pembuatan pupuk organik Bio Nuklir, termasuk proses pengemasan produk.
Ia mendorong peserta agar memahami tahapan kerja dengan baik sehingga keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri setelah kembali menjalankan aktivitas masing-masing.

Ansarullah menjelaskan bahwa pupuk yang diperkenalkan dalam pelatihan tersebut diarahkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman kopi dan membantu proses pembentukan buah.
Pengembangan usaha pupuk organik juga dinilai berpotensi menjadi salah satu pilihan kegiatan ekonomi masyarakat apabila dikelola dengan baik, didukung mutu produk yang terjaga, serta memiliki akses pasar yang memadai.
Dengan adanya keterampilan baru tersebut, peserta diharapkan dapat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan usaha produktif lainnya.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan mata pencaharian yang legal dan tidak mudah terpengaruh oleh aktivitas yang berkaitan dengan narkotika.
Pada sesi berikutnya, pengajar Rahmat Kandungan Hidayat memberikan penjelasan mengenai sejumlah unsur hara yang berkaitan dengan kebutuhan pertumbuhan tanaman.
Materi yang disampaikan mencakup nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), serta unsur lain seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), besi (Fe), mangan (Mn), dan seng (Zn).
Para peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai penggunaan alat ukur yang memanfaatkan arus listrik dalam proses pemeriksaan produk. Berdasarkan uraian penyelenggara, hasil pemeriksaan terhadap pupuk Bio Nuklir padat dan cair menunjukkan hasil yang dinilai baik.
Meski demikian, mutu dan efektivitas pupuk untuk penggunaan pertanian tetap perlu dipastikan melalui pengujian yang sesuai dengan standar teknis, sehingga penggunaannya dapat memberikan manfaat optimal bagi tanaman dan tidak menimbulkan dampak yang tidak diinginkan.
Penyampaian materi tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta diberi kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai proses pembuatan, kandungan unsur hara, pemanfaatan pupuk pada tanaman kopi, serta peluang pengembangan produksi sebagai usaha ekonomi masyarakat.
Interaksi selama sesi diskusi menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut karena peserta tidak hanya menerima penjelasan secara teori, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk memahami penerapan keterampilan yang dipelajari. Pengetahuan mengenai proses produksi dan pengemasan diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk melanjutkan praktik secara bertahap sesuai kemampuan dan sumber daya yang tersedia di kampung.
Setelah seluruh rangkaian pelatihan selesai, Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman, S.T., M.Si., secara resmi menutup kegiatan Bimtek Life Skill pembuatan pupuk organik Bio Nuklir padat dan cair. Acara kemudian diakhiri dengan pembagian produk pupuk yang telah selesai dibuat dan dikemas kepada peserta serta undangan yang hadir.
Berakhirnya kegiatan selama tiga hari tersebut menjadi langkah awal yang memerlukan tindak lanjut dari berbagai pihak. Pendampingan lanjutan, penerapan keterampilan, penguatan kelompok usaha, serta akses terhadap informasi pasar dan pengujian mutu produk menjadi sejumlah aspek yang dapat mendukung keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat.
BNNK Gayo Lues melalui kegiatan ini mendorong agar upaya pencegahan narkotika tidak hanya bertumpu pada penyampaian pesan bahaya narkoba, tetapi juga diperkuat dengan pendekatan sosial dan ekonomi.
Masyarakat perlu memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan untuk membangun sumber penghidupan yang produktif sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih tangguh terhadap ancaman narkotika.
Bagi pemuda dan pemudi Kampung Sangir, keterampilan pembuatan pupuk organik diharapkan menjadi salah satu bekal untuk mengembangkan potensi pertanian sekaligus membuka peluang usaha baru. Apabila dilanjutkan dengan pendampingan, pengelolaan yang baik, dan kepastian mutu produk, keterampilan tersebut berpotensi memberi nilai tambah bagi kegiatan ekonomi masyarakat setempat.
Melalui pendekatan pemberdayaan alternatif dalam kerangka GDAD, BNNK Gayo Lues berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa pencegahan narkotika harus berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, upaya mewujudkan Kampung Sangir BERSINAR – Bersih Narkoba- dapat diperkuat melalui keterlibatan masyarakat, dukungan pemerintah kampung, dan kerja sama lintas sektor secara berkelanjutan. []


































