Ketua Umum LMCM Provinsi Riau Klarifikasi Pemberitaan Terkait Penyerobotan Lahan Mangrove.

REDAKSI

- Redaksi

Rabu, 5 Juni 2024 - 19:20 WIB

50323 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yang Bertempat di Desa Batang Meranti Pulau Berbau Oleh Perusahaan Asal Tembilahan.

Laporan: Kabiro Oposisi-News86 Meranti, Yudi Yustira.

Meranti – Ketua umum Dewan pimpinan pusat Laskar Melayu Cendikiawan Muda (LMCM) Propinsi riau yang juga sebagai pengurus baching plant di area Kelompok Mangrove Meranti lestari Angkat bicara setelah beberapa waktu lalu diberitakan terkait penyerobotan dan perusakan mangrove.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini mendapat sanggahan dari
Jefrizal yang merupakan Putra kelahiran Centai pulau Merbau itu.

Menurutnya, bahwa pelaksanaan Baching plant adalah bentuk investasi dirinya untuk pembangunan pulau Merbau yang selama ini sangat minim atas pembangunan dan tergolong daerah Termiskin, terluar dan terbelakang.

“Saat ini sudah saatnya masyarakat Pulau Merbau kompak, bersatu, untuk mewujudkan pulau Merbau yang terdepan, maju dan cerdas,” Kata Jefrizal.

Menurutnya, pelaksana baching plant tersebut menggunakan Lahan kelompok mangrove Meranti lestari dan sudah mendapat persetujuan untuk kegunaan pinjam pakai sekitar setahun, kemudian didukung oleh aparat pemerintah dan tokoh kecamatan masa itu.

Baca Juga :  Pemkab Meranti Gelar Pelepasan Jemaah Calon Haji.

Terkait administrasi tentunya kita juga memaklumi posisi Meranti sebagai pulau mangrove untuk banyak aturan dan regulasi dilaksanakan, untuk itu dirinya sudah memasukkan permohonan Pinjam pakai lahan dengan UPT Dinas LHK dan kehutanan kepulauan Meranti.

Kemudian keterangan penyesuaian tata ruang di dinas PUPR serta Mendaftarkan ke dinas penanaman modal satu pintu sebagai langkah menjalani regulasi hukum yang ada.

Untuk itu ia mengharap kepada pihak-pihak lain yang memberitakan berlebihan itu agar kembali sadar akan efek negatif yang ditimbulkan pulau Merbau akibat ada isu-isu yang membuat soalah-olah ada pro kontra.

Padahal, seluruh masyarakat Pulau Merbau mendukung penuh kegiatan itu dan hal ini sudah ratusan tahun berlalu Pulau Merbau menanti pembangunan nasional.

“Sangat layak rasanya hari ini untuk tetap mendukung dan bersama berfikir maju cerdas dan bearwah demi pulau Merbau keluar dari Zona Miskin, terbelakang dan terisolasi,” Sebut Jefrizal lagi.

Baca Juga : 

Adapun terkait penghijauan dilokasi tersebut kata Afrizal, Dirinya juga sudah melakukan penanaman mangrove sepanjang bibir pantai sebagai bentuk prihatinya untuk menjaga Ekosistim tanaman bakau tetap tumbuh dan subur.

Tambahnya , bahwa kegiatan penanaman mangrove adalah Kegiatan rutin Organisasi LMCM yang ia pimpin, dan sejauh ini setiap tahun melaksanakan kegiatan penghijauan dan penanaman mangrove Se Meranti dan sangat menjaga kelestarian Lingkungan itu.

Terkait kegiatan baching plant itu, bahwa itu adalah investasi pribadi dan tidak ada sangkut paut sama perusahaan dan menurutnya, siapapun perusahaan dan darimanapun yang dapat pelelangan kegiatan Jalan itu hendaklah tetap menggunakan jasa baching plant itu, dan sifatnya juga tidak memaksa. Jadi tidak perlu ada spekulasi dan pemikiran negatif atas pelaksanaan itu.

“Kita mengajak untuk semua bekerja sama demi terlaksananya kegiatan jalan Pulau Merbau dan memaklumi posisi pelaksana baching plant yang ia buat,” Tutupnya. []

Berita Terkait

STOP PERSS WARTAWAN MEDIA OPOSISI NEWS 86.COM
Didatangi Puluhan Murid SDN 11 Bokor, Aipda Ashobirin Kenalkan Literasi Digital.
Polres Kampar Ungkap kasus illegal logging di Sawmill Terbesar diwilayah hukumnya
Plt Bupati Asmar Tinjau Mobil Damkar dan Truk Sampah Baru
PKK Kepulauan Meranti Ikut Sukseskan PIN Polio Rangsang Barat
Kompetisi Semarak dengan Penampilan Gemilang Para Atlet Lintas Generasi
Meranti Terima 3 Penghargaan dalam Harganas ke-31 Provinsi Riau
Pimpin Sertijab 6 Pejabat Utama, Ini Harapan Kapolres Kepulauan Meranti.

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 07:24 WIB

Menhan Tekankan Peran Pers Hadapi Perang Psikologis di Era Digital

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:14 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB