Baitul Mal – Islamic Relief Bangun 14 Rumah Layak Huni untuk Dhuafa Aceh Utara

Siwah Rimba

- Redaksi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:47 WIB

50295 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Aceh Utara – Penjabat Bupati Aceh Utara diwakili oleh Pj Sekda Dayan Albar, SSos, MAP, meresmikan dimulainya pembangunan rumah layak huni tahan gempa untuk warga dhuafa, Selasa, 27 Februari 2024.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah milik Jamaliah Ali bertempat di Gampong Matang Kumbang Kecamatan Baktiya. Pembangunan rumah tersebut didanai secara kolaborasi antara Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara, NGO Islamic Relief, dan relawan pegiat sosial masyarakat.

Selain Pj Sekda Dayan Albar, acara itu turut dihadiri oleh Chief Executive Officer (CEO) Islamic Relief Indonesia Nanang Sumanadirja, Plt Asisten II Setdakab Syamsul Rizal, ST, MAP, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jamaluddin, SSos, MPd, Kabag Kesra M Dahlan, SE, Kabag Humas Muslem Araly, SSos, MM, Camat Baktiya Saifullah, SSos, para pejabat Muspika Baktiya, Imum Mukim Tgk A Hanan, aparatur Gampong Matang Kumbang, serta aktivis sosial masyarakat Edi Fadhil dan Tgk Akmal Biara.

Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara Rachmat Setiadi, ST, MAP, mengatakan pembangunan rumah layak huni itu direncanakan dengan anggaran Rp.82 juta per unit, dengan rincian bantuan dari Baitul Mal sebesar Rp.15 juta dan dari Islamic Relief Rp.67 juta.

Baca Juga :  Dandim Aceh Utara Berikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran Di Cot Girek 

Lokasi rumah yang kita bangun tersebar di beberapa kecamatan, dengan jumlah semuanya sebanyak 14 unit rumah. Sebelumnya telah disurvei langsung oleh Tim Islamic Relief. Kita mulai pembangunannya rumah milik ibuk Jamaliah Ali di Kecamatan Baktiya hari ini, begitu juga untuk 13 unit lainnya yang ditargetkan selesai semuanya sebelum pertengahan tahun ini,” ungkap Rachmat.

Chief Executive Officer NGO Islamic Relief Indonesia Nanang Sumanadirja dalam laporannya antara lain mengatakan bantuan tersebut berasal dari warga muslim Australia, yakni berupa infaq dan zakat. Pihaknya menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan rumah layak huni tahan gempa untuk masyarakat Aceh Utara. “Ini kerjasama aktivis sosial masyarakat, Islamic Relief dan Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara,” ungkapnya.

Di Aceh Utara, lanjut Nanang, untuk tahap awal ini dibangun 14 unit rumah, dan diharapkan bangunan itu bisa terus berlanjut ke depan. Apalagi dengan adanya kolaborasi pendanaan dari Baitul Mal senilai Rp.15 juta per unit rumah, dan selebihnya ditanggung oleh Islamic Relief.

“Kita juga ada bantuan sosial atau bantuan pendidikan untuk anak yatim, tapi ke Aceh Utara kita belum masuk. Juga ada bantuan ekonomi, kita juga belum masuk. Mudah-mudahan ke depan kita masih bisa terus berkolaborasi untuk pemberdayaan dan kemaslahatan ummat,” kata Nanang.

Baca Juga :  Dandim Gelar Halal Bihalal Bersama Keluarga Besar Kodim 0103/Aceh Utara

Pj Sekda Kabupaten Aceh Utara Dayan Albar dalam sambutannya mengatakan atas nama Pemkab Aceh Utara pihaknya menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas bantuan yang diberikan oleh Islamic Relief kepada masyarakat Aceh Utara. “Kalau kita harapkan semata-mata dari anggaran APBK di Aceh Utara ini sangat minim sekali yang bisa kita bantu masyarakat. Makanya dengan adanya bantuan-bantuan seperti yang hari ini diberikan oleh Islamic Relief kami sangat berterimakasih, kami sangat bersyukur,” ungkap Dayan.

Dayan mengatakan Pemkab Aceh Utara juga sangat mengarapkan bantuan bentuk lainnya melalui program-program yang ada pada Islamic Relief, seperti program bidang pemberdayaan ekonomi, bantuan pendidikan untuk anak yatim, dan program sosial lainnya. Hal ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Aceh Utara.

Bahkan bantuan rumah layak huni itu diharapkan bisa ditambah jumlahnya pada waktu-waktu ke depan. “Sebab wilayah Aceh Utara sangat luas, terluas di Provinsi Aceh, baik jumlah kecamatan maupun jumlah penduduknya, bahkan jumlah desa merupakan terbanyak di Indonesia. Jumlah penduduk miskin juga cukup banyak. Program Islamic Relief ini sangat membantu bagi Pemerintah Daerah, juga masyarakat. Kami sangat bersyukur,” kata Dayan. [SR]

Berita Terkait

Dari Posko ke Perkampungan: MPC PP Aceh Utara Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan Gratis
Kapolres Lhokseumawe Turun ke Riseh Tunong, Pulihkan Trauma Pengungsi Banjir
Aliansi Pers Kawal Rehap Rekon Soroti Ketimpangan Pendataan Korban Bencana di Aceh Utara
Praktik Upah Murah Disorot, Wali Kota Lhokseumawe Beri Tenggat RS dan Klinik
Sebulan Pascabanjir Bandang, Dinkes Aceh Utara Kerahkan 13 Puskesmas Pulihkan Langkahan
Tenaga Puskesmas Geureudong Pase Ambil Bagian membersihkan lumpur pascabanjir bandang Langkahan
Banjir Bandang Lumpuhkan Pendidikan Aceh Utara: 670 Sekolah Rusak, Belajar Darurat Jadi Pilihan
Menguak Dugaan Permainan Harga Elpiji 3 Kg di Cunda: Warga Tercekik, Harga Melambung

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:44 WIB

Patroli Rutin Koramil 1607-02/Empang, Upaya Preventif Jaga Kondusivitas Wilayah

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:38 WIB

Anggota Kodim 1607/Sumbawa Turut Ambil Bagian dalam Kegiatan Donor Darah Hari Bakti Imigrasi ke-76

Senin, 19 Januari 2026 - 21:47 WIB

‎Humanis dan Preventif, Patroli Malam Koramil 1607-12/Moyo Hilir Sasar Remaja dan Pemukiman

Senin, 19 Januari 2026 - 21:31 WIB

Dandim 1607/Sumbawa Tegaskan Komitmen TNI AD dalam Pembangunan Infrastruktur Desa Gontar

Senin, 19 Januari 2026 - 20:24 WIB

Danramil 1607-04/Alas Hadiri Upacara Serah Terima Panji Lambang Kabupaten Sumbawa

Senin, 19 Januari 2026 - 15:50 WIB

‎Semarak HUT Kabupaten Sumbawa ke-67, Kodim 1607/Sumbawa Tunjukkan Kepedulian Sosial

Senin, 19 Januari 2026 - 15:33 WIB

‎Koramil 1607-09/Utan Pastikan Serah Terima Bendera Pataka Berjalan Aman dan Khidmat

Senin, 19 Januari 2026 - 15:20 WIB

‎Babinsa Berare Pastikan Kegiatan Sosialisasi Ranperda DPRD NTB Berjalan Aman dan Kondusif

Berita Terbaru