Gayo Lues|Oposisi News 86 – Dunia jurnalistik Kabupaten Gayo Lues kembali diselimuti kabar duka. Tarmizi, seorang jurnalis senior yang selama bertahun-tahun dikenal aktif menjalani profesi kewartawanan dan telah melalang melintang di dunia jurnalistik, berpulang ke rahmatullah di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSZA) Banda Aceh, Jumat dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB.

Kabar kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, kerabat, serta para wartawan dan insan pers yang selama ini mengenal sosoknya.
Bagi rekan-rekan seprofesi, kepergian TARMIZI bukan sekadar kehilangan seorang teman, tetapi juga kehilangan seorang rekan seperjalanan yang telah cukup lama mengabdikan diri dalam dunia jurnalistik.
Informasi yang beredar menyebutkan, setelah dinyatakan meninggal dunia di RSZA Banda Aceh, jenazah almarhum kemudian dalam perjalanan menuju Kabupaten Gayo Lues untuk disemayamkan dan dimakamkan di daerah asalnya.
Kepulangan jenazah tersebut menjadi momen yang tentu sangat berat bagi keluarga yang telah menanti kedatangan almarhum untuk terakhir kalinya.
Semasa menjalani profesi sebagai jurnalis, Tarmizi dikenal telah melewati perjalanan panjang di dunia kewartawanan. Berbagai dinamika dalam menjalankan tugas jurnalistik telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebagai seorang insan pers.
Dunia jurnalistik bukanlah profesi yang selalu mudah. Seorang wartawan dituntut untuk hadir di tengah berbagai peristiwa, menggali informasi, melakukan konfirmasi, menyampaikan fakta kepada masyarakat, sekaligus menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Dalam perjalanan panjang tersebut, Tarmizi menjadi bagian dari para jurnalis yang ikut mewarnai perkembangan pers di Kabupaten Gayo Lues.
Bagi sejumlah rekan sejawat, kenangan terhadap almarhum tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pemberitaan, tetapi juga hubungan persahabatan yang terbangun selama menjalankan tugas.
Pertemuan di lapangan, berdiskusi mengenai berbagai persoalan daerah, berbagi informasi hingga menjalankan tugas jurnalistik bersama menjadi bagian dari perjalanan yang kini tinggal kenangan.
Kepergian seorang jurnalis senior juga mengingatkan bahwa perjalanan seorang wartawan pada akhirnya bukan hanya diukur dari berapa banyak berita yang pernah ditulis, melainkan juga dari jejak pengabdian, hubungan baik dengan sesama, serta kontribusinya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Kabar meninggalnya Tarmizi dengan cepat menyebar di kalangan wartawan dan masyarakat Gayo Lues. Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai pihak yang mengenal almarhum. Rasa kehilangan tampak begitu terasa, terutama bagi rekan-rekan yang selama ini pernah bekerja dan berinteraksi langsung dengannya.
Meski telah berpulang, berbagai kenangan tentang almarhum akan tetap hidup di tengah keluarga, sahabat dan rekan-rekan seprofesi. Tulisan-tulisan yang pernah dibuat, peristiwa yang pernah diliput, serta perjalanan panjangnya sebagai seorang jurnalis menjadi bagian dari catatan perjalanan hidup yang tidak mudah dilupakan.
Tidak ada yang dapat mengetahui kapan seseorang harus meninggalkan dunia. Yang tersisa setelah kepergian hanyalah doa, kenangan dan amal kebaikan yang pernah dilakukan semasa hidup.
Atas nama rekan-rekan sejawat dan insan pers, duka mendalam disampaikan atas berpulangnya Tarmizi. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, seluruh amal ibadahnya diterima, segala kekhilafan dan dosa-dosanya diampuni, serta diberikan kelapangan di alam kubur.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut. Semoga keluarga diberikan keikhlasan menerima ketetapan Allah SWT.
Selamat jalan, Serinen Kami Tarmizi. Perjalanan panjangmu di dunia jurnalistik telah sampai pada batasnya. Namun kenangan tentang seorang rekan, sahabat dan jurnalis yang pernah berjalan bersama dalam dunia kewartawanan akan tetap menjadi bagian dari ingatan mereka yang pernah mengenalmu.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Al-Fatihah. []




































