Gayo Lues| Oposisi News 86 – Aliran air bersih di wilayah pelayanan Desa Porang dan sejumlah kawasan sekitarnya, Kabupaten Gayo Lues, mengalami gangguan selama dua hari. Kondisi tersebut membuat masyarakat pelanggan harus menghadapi terhentinya pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Gangguan pelayanan tersebut terjadi setelah jalur pipa transmisi yang menjadi bagian penting dalam sistem distribusi air mengalami dampak longsor pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Tingginya curah hujan disebut menjadi salah satu pemicu terjadinya longsor pada jalur jaringan tersebut.
Direktur Perumda Aih Sejuk Kabupaten Gayo Lues, Ricky Udayara, membenarkan adanya gangguan aliran air di wilayah pelayanan Desa Porang dan sekitarnya. Menurut dia, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim di lapangan, ditemukan kondisi jalur transmisi yang tidak hanya terdampak pada satu titik, tetapi terdapat sejumlah lokasi yang dinilai rawan terhadap pergerakan tanah dan longsor.
Kondisi medan tersebut menjadi salah satu alasan proses penanganan tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa. Tim teknis harus mempertimbangkan kondisi tanah dan keselamatan petugas sebelum melakukan pekerjaan perbaikan pada jaringan pipa yang terdampak.

“Pada tanggal 3 Oktober 2026 terjadi longsor pada jalur pipa transmisi yang dipicu oleh tingginya curah hujan,” kata Ricky dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan dan mitigasi, pihaknya menemukan bahwa jalur transmisi saat ini memiliki cukup banyak titik yang rawan longsor. Karena itu, penanganan membutuhkan kehati-hatian agar proses perbaikan tidak menimbulkan risiko tambahan bagi petugas maupun terhadap keamanan jaringan air.
Di tengah gangguan tersebut, Perumda Aih Sejuk menyatakan sedang melakukan persiapan penanganan, termasuk menyediakan material dan kebutuhan logistik teknis yang diperlukan untuk memperbaiki jaringan.
Sebagian material teknis, menurut Ricky, harus dipesan terlebih dahulu sehingga membutuhkan waktu sebelum pekerjaan dapat dilakukan secara maksimal. Perumda menargetkan mulai Senin, 5 Oktober 2026, pekerjaan perbaikan dapat dilakukan secara lebih optimal karena kebutuhan material dan logistik utama diharapkan sudah tersedia.
Persoalan jaringan transmisi tersebut juga menjadi perhatian karena sebagian besar pipa yang digunakan berada di kawasan yang memiliki kerawanan terhadap pergerakan tanah. Perumda menyebut jaringan transmisi HDPE berdiameter 200 milimeter dan 150 milimeter saat ini berada pada kondisi yang cukup darurat di sejumlah jalur karena melewati kawasan yang rentan terhadap longsor.

Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi penyedia layanan air bersih dalam menjaga kontinuitas distribusi kepada masyarakat, khususnya ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat meningkatkan potensi pergerakan tanah di sejumlah kawasan.
Bagi masyarakat Desa Porang dan wilayah pelayanan sekitarnya, terhentinya aliran air selama dua hari tentu berdampak langsung terhadap aktivitas rumah tangga. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang digunakan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan sanitasi.
Karena itu, masyarakat kini menunggu kepastian mengenai proses perbaikan dan kapan distribusi air dapat kembali berjalan normal. Kejelasan informasi mengenai perkembangan pekerjaan di lapangan juga menjadi penting agar pelanggan dapat mengetahui kondisi layanan dan mempersiapkan kebutuhan air selama gangguan berlangsung.
Ricky mengatakan Perumda Aih Sejuk terus berupaya agar gangguan tersebut dapat segera ditangani dan pelayanan air kembali normal. Tim di lapangan juga akan terus memantau kondisi jaringan dan perkembangan pekerjaan setelah material yang dibutuhkan tersedia.

“Kami terus berupaya agar gangguan dapat segera ditangani dan distribusi air kembali normal,” ujarnya.
Pihak Perumda juga menyampaikan permohonan pengertian dan kesabaran kepada masyarakat selama proses perbaikan berlangsung. Menurut penjelasan perusahaan, kondisi jalur yang rawan longsor membuat pekerjaan harus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan petugas sekaligus keamanan jaringan transmisi.
Gangguan yang terjadi di wilayah Porang tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keberlangsungan pelayanan air bersih tidak hanya bergantung pada operasional jaringan, tetapi juga dipengaruhi kondisi geografis dan keamanan jalur transmisi yang dilalui pipa.
Secara kelembagaan, Perumda Air Minum Tirta Sejuk merupakan badan usaha milik daerah yang bergerak dalam penyediaan dan pelayanan air bersih di Kabupaten Gayo Lues. Regulasi daerah mengenai Perumda juga menempatkan pelayanan air sebagai bagian penting dari penyelenggaraan dan pengelolaan layanan air minum di daerah.
Untuk kondisi saat ini, masyarakat pelanggan di Desa Porang dan sekitarnya masih menunggu pemulihan distribusi setelah terjadinya longsor pada jalur transmisi. Perumda Aih Sejuk menyatakan pekerjaan perbaikan ditargetkan mulai dilakukan secara lebih optimal pada Senin, 5 Oktober 2026, setelah kebutuhan material dan logistik utama tersedia.

Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil pekerjaan teknis di lapangan, kondisi jalur transmisi, serta tingkat kerusakan pada titik-titik yang terdampak.
Prumda menyatakan akan terus memantau proses tersebut dan menyampaikan informasi apabila terdapat perkembangan penting mengenai pemulihan pelayanan.
Dengan demikian, gangguan aliran air yang telah berlangsung selama dua hari di wilayah Porang dan sekitarnya berdasarkan penjelasan resmi Perumda Aih Sejuk berkaitan dengan longsor pada jalur pipa transmisi akibat tingginya curah hujan, sementara proses perbaikan masih dalam tahap persiapan dan penanganan teknis.
Masyarakat diharapkan tetap memperoleh informasi perkembangan secara berkala hingga distribusi air kembali normal. []




































