Gayo Lues|Oposisi News 86 — Upaya membangkitkan kembali ekonomi masyarakat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor akhir November 2025 lalu, terus dilakukan di Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Salah satunya melalui kegiatan AdCamp Skill Up Lab “Ekraf Peduli, Pulih Bersama, Bangkit Berdaya” yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, bertempat di Bale Pendopo Bupati setempat, dengan melibatkan 90 insan kreatif terpilih di Kabupaten Gayo Lues, Senin 21 Septber 2026.
Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama dua hari itu, menjadi ruang peningkatan kapasitas bagi pelaku ekonomi kreatif, agar mampu memanfaatkan teknologi, memperkuat pemasaran, sekaligus mengembangkan produk lokal, agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.
Direktur Periklanan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Andi Ruswar, mengatakan, Gayo Lues memiliki potensi ekonomi kreatif yang kuat, terutama dari sektor kopi yang telah dikenal hingga pasar internasional.
Menurutnya, pelatihan yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan oleh para peserta untuk menghidupkan kembali usaha yang sempat terhenti akibat bencana.
“Gayo Lues terkenal dengan kopinya. Nantinya juga akan digelar pelatihan barista. Semoga pelatihan ini menjadi benchmark bagi kabupaten lain,” ujar Andi.
Ia berharap 90 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, dapat memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh, untuk mengembangkan usaha kreatif sekaligus mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.
“Ekonomi kreatif merupakan mata ekonomi baru yang harus terus dikembangkan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif di Gayo Lues.
Suhaidi menegaskan, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara positif, terutama untuk mempromosikan berbagai produk lokal Gayo Lues, agar semakin dikenal masyarakat luas.
“Para peserta kami harapkan mengikuti kegiatan ini dengan serius. Ini kegiatan mahal,” tegas Suhaidi.
Bupati juga berjanji, akan memantau perkembangan para peserta setelah mengikuti pelatihan. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berencana menggelar kegiatan serupa, dengan dukungan anggaran melalui APBK/APBD pada masa mendatang.
Menurut Suhaidi, langkah tersebut penting agar peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi berlanjut menjadi kegiatan produktif yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Suhaidi juga mengajak para konten kreator, untuk ikut memperkenalkan berbagai potensi Gayo Lues melalui platform digital, termasuk kopi Gayo yang telah memiliki nama di pasar dunia.
Selain kopi, Gayo Lues memiliki kekayaan budaya dan produk lokal yang menjadi bagian dari identitas daerah. Kabupaten ini juga dikenal sebagai wilayah penyangga Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) serta memiliki warisan budaya Tari Saman.
Wakil Ketua DPRK Gayo Lues, Fahmi Sahab, S.Pd., turut menyampaikan dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif di daerah tersebut.
Menurut Fahmi, komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan ekonomi kreatif perlu terus diperkuat, mengingat Gayo Lues memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi, pungkasnya.
Program peningkatan kapasitas ini juga menjadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi masyarakat, setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Gayo Lues pada akhir November 2025 lalu.
Bencana tersebut menimbulkan dampak besar terhadap masyarakat, dan aktivitas perekonomian daerah. Pemerintah daerah sebelumnya memperkirakan total kerugian dan kerusakan mencapai sekitar Rp7,6 triliun.
Melalui AdCamp Skill Up Lab, para pelaku ekonomi kreatif diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengubah potensi lokal menjadi produk dan konten yang memiliki nilai tambah.
Semangat yang dibawa pun sejalan dengan tema kegiatan: pulih bersama, bangkit berdaya.
Dengan dukungan pemerintah, kementerian, pelaku usaha, dan insan kreatif, potensi kopi, budaya, pertanian, serta berbagai produk lokal Gayo Lues, diharapkan semakin mampu menembus pasar yang lebih luas. (Dosaino)



































