Plt. Bupati Tulungagung setelah upacara Hari Santri ke 12 Tahun 2026.
Tulungagung|Oposisi News 86 – Kabar gembira bagi ribuan guru madrasah diniyah (madin) di Tulungagung. Pada momentum peringatan Hari Santri Nasional 2026, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin berjanji akan menaikkan insentif guru madin demi kesejahteraan para pejuang pendidikan agama.
Janji itu disampaikan langsung saat upacara Hari Santri Nasional ke-12 di halaman Kantor Pemkab Tulungagung, Kamis(22/10/2026). Ratusan santri dari berbagai pondok pesantren tampak khidmat mengikuti upacara dengan tema nasional “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
Hari ini kami menggelar upacara peringatan Hari Santri ke-12. Alhamdulillah berjalan lancar, pesertanya bertambah banyak dan kompak,” ujar Ahmad Baharudin.
Menurutnya, Hari Santri bukan sekadar seremonial, melainkan momen untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan peran ulama dan santri dalam membela NKRI.
Ia pun berpesan agar santri terus semangat menuntut ilmu setinggi-tingginya agar mampu mengimbangi perkembangan teknologi dan dunia,teruslah semangat belajar. Santri harus melek teknologi, tapi tetap berakhlak,” terangnya.
Tak hanya itu, Plt Bupati juga mengajak seluruh organisasi Islam dan kemasyarakatan di Tulungagung untuk terus memperkuat silaturahmi demi menciptakan Tulungagung yang aman, damai, rukun dan sejahtera.
Kabar paling ditunggu datang dari sektor kesejahteraan guru. Pemkab Tulungagung mencatat jumlah guru madin penerima insentif terus meningkat,jika sebelumnya hanya 4.000 guru, kini melonjak menjadi 6.600 guru.
Jumlah guru madin yang mendapat insentif meningkat. Dari semula 4.000 kini menjadi 6.600 guru. Artinya hampir seluruh guru madin sudah tercover,” jelasnya.
Saat ini setiap guru madin menerima insentif sebesar Rp 250 ribu per tahun. Pemkab berencana menaikkan dua kali lipat menjadi Rp 500 ribu per tahun pada tahun depan.
Memang dari segi nominal masih sama, tapi jumlah penerimanya bertambah. Kami juga berencana untuk menaikkan nilai insentif di tahun depan menjadi Rp 500 ribu,” paparnya.
Untuk program ini, Pemkab Tulungagung telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 1,7 miliar.
Dengan anggaran tersebut, Pemkab mengklaim seluruh guru madin di Tulungagung telah mendapatkan hak insentifnya, terkait beasiswa santri, Pemkab masih akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Baznas Tulungagung ungkapnya. [Hartanto]


































